Sinar Yong d/h Yong Sin

Mengenal Jenis Pengawet Makanan

Pengawet Benzoat, Kalsium Propionate, Sodium Propionate dan Potassium Sorbate

Pengawet Potassium sorbate

Umur roti tanpa pengawet makanan antara 2-7 hari. Tergantung pengemasan, penyimpanan dan cuaca. Kemasan yang baik itu vakum, tidak ada udara yang masuk dan keluar. Tentu saja roti yang diletakkan di ruangan ber-ac jauh lebih awet daripada roti yang diletakkan begitu saja di udara bebas. Atau di suatu kotak yang suhunya konstan. Jika kita tidak memiliki semua sumber daya di atas, alternatif-nya adalah menambahkan bahan pengawet. Benzoat, Kalsium Propionate, Sodium Propionate, Pottasium sorbate atau pengawet lainnya. Mana yang lebih baik ? Berapa takarannya ? Dan Bagaimana cara menggunakan pengawet makanan ini ?

 

PENGAWET MAKANAN ITU SEHAT ATAU BERBAHAYA ?

Ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Setiap tenaga medis, entah itu dokter atau konsultan kesehatan akan menjawab, “Pengawet makanan itu berbahaya, tidak sehat. Hindari semua makanan yang mengandung pengawet dan pewarna makanan. “ Sedangkan toko bahan kue, produsen, penjual roti dan pelaku bisnis akan menjawab bahwa pengawet makanan atau bahan tambahan lainnya tidak berbahaya pada dosis yang tepat.

Bagaimana dengan kami ? Dilema... karena kami adalah penjual yang menjual bahan pengawet, pewarna makanan, penempuk dan bahan tambahan lainnya. Sekaligus juga sebagai orang tua yang memiliki anak. Tentu saja kami tidak mau anak-anak kami memakan makanan yang berbahaya tersebut. Tetapi realita kehidupan memaksa kami untuk bertoleransi dengan bahan-bahan ini.

Setiap chiki, mi goreng, sirup, minuman ringan yang dikemasan pabrikan terkenal pasti memiliki pewarna makanan, pengawet makanan dan bahan tidak jelas dalam komposisi produknya. Istilah seperti CL 75130, kalium sorat, pottasium, preservatives, monosodium glutamat, natrium nitrit dan istilah aneh lainnya yang tidak kami ketahui pada intinya adalah bahan-bahan yang tidak sehat dalam tanda kutip.

Cemilan-cemilan ini sangat disukai anak-anak. Kita bisa mencegah anak-anak kita mengkonsumsi makanan ini selama mereka berada di rumah. Kulkas diisi dengan buah, daging dan sayuran saja. Meja makan tanpa kecap, saos tomat ataupun sambal sachet. Tidak pernah mengajak anak makan McDonalds, KFC, Hoka-Hoka Bento, tidak pernah ke indomart untuk beli sabun dan sikat gigi. Selama anak-anak belum sekolah, tindakan ini efektif. Tetapi akan berubah drastis ketika mereka sudah TK.

Melihat teman-temannya beli the botol sosro di depan sekolah, anak kita menangis. Kami dihadapkan pada dua pilihan sulit. Membiarkan anak minder dan dibully teman-temannya karena tidak membelikan minuman ringan tersebut atau membelikan minuman “berbahaya” itu.

Di usianya yang masih tergantung pada orangtua, anak hanya bisa menangis. Seiring bertamabahnya usia dan kemampuan berpikirnya anak mulai belajar berbohong. Kita memberi mereka uang saku yang bisa mereka gunakan di sekolah. Pola pikir anak-anak begitu sederhananya sehingga bisa ditebak. Daripada dimarahi... lebih baik berbohong. Kalo ketahuan bisa dimarahi, tetapi kalo tidak ketahuan tidak apa-apa kan ?

Cepat atau lambat, tubuh anak-anak akan dimasuki bahan-bahan berbahaya ini. Hanya masalah waktu saja. Sekarang atau nanti ? Daripada menghindari sama-sekali, lebih baik anak-anak mulai dikenalkan dengan mereka. Mengkonsumsi makanan apa saja itu boleh, tetapi jangan banyak-banyak. Tubuh kita memiliki toleransi untuk bahan-bahan asing dan memiliki metabolisme untuk menetralisir atau mengeluarkan bahan itu dari tubuh. Dan ini perlu latihan.

Kembali pada pertanyaan diatas ? Apa jawaban kami ? Bahan tambahan makanan itu memang tidak sehat dan juga tidak berbahaya asalkan digunakan atau dikonsumsi sesuai takarannya. Pabrik snack besar mengerti topik ini dengan baik dan memproduksi produk-produknya sesuai aturan penggunaan dan peraturan pemerintah. Jadi, Oreo, Coca-Cola, teh botol sosro, mie goreng dan makanan kemasan lainnya aman dikonsumsi.

 

NATRIUM BENZOAT, PENGAWET MAKANAN SERBA GUNA

Pengawet makanan benzoate food grade >

Benzoat, Natrium Benzoat, Sodium Benzoat dan Asam Benzoat serupa namun tidak sama. Walaupun memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai pengawet makanan. Benzoat adalah nama yang sering digunakan orang awam untuk membeli bahan pengawet ini. Bentuknya bisa berupa natrium benzoat, sodium benzoat atau asam benzoat.

Natrium Benzoat memiliki rumus kimia NaC7H5O2

Sodium Benzoat memiliki rumus kimia NaC7H5O2

Asam Benzoat memiliki rumus kimia C7H6O2

Jelas ketiga bahan ini berbeda ! Natrium Benzoat dan Sodium Benzoat sama rumus kimianya. Berarti sama persis hanya masalah pemberian nama saja. Beberapa orang juga menyebut natrium benzoat ini dengan garam benzoat. Natrium benzoat merupakan turunan dari asam benzoat.

Salah satu ciri khas pengawet ini adalah bekerja dengan baik pada meteri yang asam (ph <4) . Tingkat penyerapannya bisa mencapai 90% pada ph 3 dan terus menurun. Pada materi bersifat netral, benzoat tidak efektif. Darimana kita bisa mengetahui jenis makanan ini basa atau asam ? Selain dengan bantuan google, kita bisa menggunakan patokan ini, “Makanan yang rasanya enak di mulut biasanya bersifat asam. Sedangkan yang rasanya tidak enak biasanya bersifat basa. “

Contoh makanan yang bersifat asam adalah, nasi bebek, jerohan ayam, telur, kepiting, daging sapi, gula, mentega, susu. Sedangkan yang bersifat basa adalah sayur-sayuran, buah-buahan, air, wortel, timun dan lainnya.

Apakah Natrium Benzoat ini bisa digunakan untuk mengawetkan roti dan kue ? Bisa karena roti dan kue yang kita buat sifatnya asam. Apalagi dibanyakin telurnya, semakin enak pula rasanya dan semakin asam pula sifatnya. Berapa takaran benzoat yang benar ?

0,1 – 0,3% dari berat total makanan. Misalnya dalam resep anda :

  • 300 gr tepung terigu

  • 200gr mentega

  • 5 butir telor

  • 250gr gula pasir

Maka dosis benzoat yang benar adalah 300+200+5 butir telor (50gr/biji)+250 = 1.000gr. Lalu 1.000gr ini dikali 0,1% menjadi 1 – 3 gram.

Walaupun demikian, hampir sebagian besar pabrikan roti dan kue tidak menggunakan benzoat ini sebagai bahan pengawetnya. Malahan pengawet ini lebih banyak digunakan pada sirup, saos tomat, sambal, buah kaleng, selai. Mengapa ? Karena ada pengawet roti yang lebih tepad daripada benzoat.

 

KALSIUM PROPIONATE, PENGAWET ROTI YANG ISTIMEWA

Pengawet Roti Calcium Propionate

Suka dengan roti keju ? Bagaimana rasanya ? Enak bukan ? Padahal anda sudah menkonsumsi bahan pengawet ini melalui keju. Jadi keju itu tidak sehat ? Jika dibandingkan antara bahan pengawet dengan vitamin yang terkandung dalam keju, justru keju itu sehat. Ada kalsium, zat besi, fosfor, vitamin A, Vitamin B1, Vitamin C, protein yang semuanya dibutuhkan tubuh kita. Apalagi dosis maksimal pengawet Kalsium Propionate ini hanya 0,3% dari total adonan, atau hanya 3 gram saja dari 1 kilogram keju. Ngomong-ngomong pernah menghabiskan 1 kilo keju dengan sekali makan ?

Mengapa kalsium propionate ini lebih tepat digunakan pada roti daripada benzoat ? Karena si kalsium ini mampu bekerja dengan baik pada kondisi asam maupun basa. Berbeda dengan benzoat yang hanya mau bekerja kalau lingkungannya bersifat asam. Lagipula proses pengembangan roti menggunakan ragi yang termasuk golongan bakteri. Penggunaan benzoat akan memperlambat proses fermentasinya sehingga adonan lebih lama mengembang. Kadang-kadang malah membunuh ragi-ragi malang ini. Akibatnya adonan tidak bisa mengembang.

Kalsium propionate paling cocok digunakan sebagai pengawet roti karena tidak menyerang ragi ini. Tidak mempengarui ataupun memperlambat proses pengembangan roti.

 

SODIUM PROPIONATE, PENGAWET KHUSUS CAKE

Pengawet Cake Sodium propionate food grade

Secara umum, ada dua teknik dasar pengembangan cake. Dikocok telurnya atau dikocok menteganya. Dan hasilnya pun bagus. Namun kadang-kadang, entah lagi apes atau sesuatu hal... kue kita bantat. Meskipun rasanya tetap enak, namun bentuknya kelihatan jelek, tidak mengugah selera makan.

Karena itulah orang menambahkan baking powder, soda kue atau emulsifer (TBM, SP, Ovallete). Agar adonan tidak gampang gembos dan mengembang maksimal. Dan ini menjadi masalah bagi Calcium Propionate. Ion Kalsium mempengaruhi baking powder dan kawan-kawannya yang akan memperlambat proses pengembangan adonan.

 

POTASSIUM SORBATE

Pengawet yang satu ini memiliki bentuk yang unik dibandingkan pengawet lainnya. Lonjong bulat seperti tabung atau misyes. Namun jangan terkecoh dengan bentuknya yang cukup besar, pengawet ini mudah sekali larut dengan air.

Sekalipun namanya cukup menyeramkan, zat ini sebenarnya dibutuhkan tubuh kita. Pernah mendengar penyakit kekurangan kalium ? Betul ! Penyebabnya adalah tubuh kita kekurangan potassium. Kalium dan potassium itu sama. Tenaga medis memilih menggunakan istilah kalium untuk menghilangkan kesan seram dari potassium. Kekurangan kalium bisa menyebabkan kematian, demikian pula dengan kelebihan kalium. Atas dasar itulah kita harus berhati-hati menggunakan pengawet ini. Jangan melebihi dosis takarannya.

Cara pemakaian pengawet pottasium sorbate ini paling baik dilarutkan dulu dengan air hangat atau air dingin. Setelah larut baru dicampurkan ke dalam adonan. Dosisnya 0,1-0,3% dari total adonan. Atau 1-3gr per 1kg adonan.

Ciri khas pengawet ini adalah bekerja dengan efektif pada kondisi netral (ph 6.0-6.5). Berbeda dengan benzoat yang membutuhkan kondisi asam agar efektif membunuh bakteri dan jamur. Dan tidak cocok untuk roti karena bisa mempengaruhi proses pengembangan ragi.