Sinar Yong d/h Yong Sin

Mengenal Jenis Coklat Batangan

Dari buah kakao diproses sedemikian rupa sehingga menjadi coklat compound, couverture dan coklat bubuk.

SEJARAH COKLAT DI INDONESIA

Coklat Colatta, coklat Tulip, Mercolade, Pelangi dan Parrot itu berasal dari buah kakao. Lebih tepat dari bijinya. Dikeluarkan, difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, digiling, di-press sedemikian rupa sehingga menjadi coklat. Dari padat menjadi cair, lalu dipadatkan kembali menjadi coklat compound dan coklat couverture. Ada juga yang dijadikan coklat bubuk (cacao).

Awal mulanya, coklat ini diproses menjadi minuman elite. Minuman para raja dan bangsawan. Mungkin atas dasar itulah, pohon kakao ini diberi nama Theobroma cacao yang memiliki arti "makanan para dewa." Demikian pula sejarah coklat di Indonesia.

Tanaman kakao yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah kakao Criollo dari Venezuela. Dibawa Spanyol sekitar tahun 1560 dari Filipina yang pada waktu itu masih termasuk koloninya, menyebar sampai ke Minahasa, Sulawesi Utara.

Iklan Coklat pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia

Ketika Belanda masuk ke Indonesia, dimulailah budidaya kakao yang lebih intensif. Mereka juga membawa kakao jenis Forastero yang kualitasnya dibawah kakao Criollo yang lebih tahan hama, lebih mudah penanamannya dan produktifitasnya lebih tinggi.

Pada jaman itu coklat diseduh sebagai minuman kesehatan dan merupakan simbol status sosial. Salah satu merk coklat yang terkenal pada jaman kolonial adalah "Tjoklat" yang diproduksi Belanda. Indonesia pun menjadi salah satu pemasok kakao terbesar di dunia. Dari merk "Tjoklat" saja ada 63 juta coklat batangan yang diproduksi setiap tahun.

Seiring berjalannya waktu, coklat berubah bentuknya dari minuman menjadi coklat batangan. Saat ini pun coklat dalam bentuk paddat lebih terkenal daripada coklat dalam bentuk cair. Mulai dari coklat untuk produksi sampai coklat yang siap dikonsumsi. Dari merk Colatta, Tulip, Pelangi, Parrot, Ceres hingga ke Silver Queen.

3 JENIS BUAH KAKAO

Selain dari bibit yang digunakan, kualitas coklat juga dipengaruhi dari kadar lemaknya. Semakin banyak kandungan lemak coklat, semakin enak rasanya, semakin mahal harganya dan semakin sulit pula proses pembuatannya.

Cacao Forastero, Criollo

80% coklat batangan yang dijual di pasaran berasal dari cacao varietas Forastero yang rasanya lebih pahit dan beraroma lebih kuat. Tanaman kakao ini menghasilkan biji kering yang biasa dikenal sebagai bulk cocoa, ordinary cocoa, atau kakao baku. Ciri-ciri utama tipe forastero: tongkol berwarna hijau; kulit tebal; biji gepeng dengan kotiledon berwarna ungu pada waktu basah. Dalam satu buah kakao Forastero, dapat dihasilkan 35-50 biji cokelat.

Kakao varietas Criollo, adalah tipe tanaman kakao yang menghasilkan biji kakao kering yang biasa dikenal sebagai fine flavour cocoa, choiced cocoa, edel cocoa, atau kakao mulia. Ciri-ciri utama tipe criolo: tongkol berwarna hijau atau merah; kulit berbintil-bintil kasar, tipis dan lunak; biji bulat telur dengan kotiledon berwarna putih pada waktu basah. Kakao ini memiliki ciri cita rasa enak dan beraroma lembut, terdapat sekitar 10% di seluruh dunia terutama di Venezuela, Equador, Columbia dan Indonesia.

Banyuwangi adalah salah satu penghasil kakao Criollo yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Penduduk setempat lebih sering menyebutnya sebagai cacao edel. Tepatnya di Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Kakao ini lebih banyak digunakan untuk produksi kosmetik daripada konsumsi karena biaya produksinya yang mahal. Tanaman ini membutuhkan perawatan khusus karena mudah mati dan terserang hama.

Buah kakao dikupas untuk diambil bijinya

Varietas Trinitario adalah tipe tanaman kakao hasil persilangan alami antara criollo dengan forastero, sehingga sangat heterogen dengan biji kering yang dihasilkan bisa edel cocoa, atau bulk cocoa. Ciri-ciri utama tipe trinitario: tongkol berwarna hijau atau merah; kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua.

Kakao Trinitario memiliki aroma yang lembut. Sekitar 10-15% kebutuhan kakao dunia dipasok dari jenis kakao Trinitario. Dalam satu buah Trinitario, terdapat 30-40 biji cokelat